Contoh Soal TPA Penalaran Silogisme

Setelah membahas tentang materi dari silogisme disertai contoh-contoh kalimat yang bikin tangan Pak HaBe kriting kaya’ mie ayam, sekarang waktunya otak sobat buat dilatih nih. Berikut adalah Contoh Soal TPA Penalaran Silogisme yang terdiri dari 20 soal. Sobat harus pelajari dahulu ya minimal dibaca lah materi silogisme yang Pak HaBe share kemarin, trus baru deh ngerjain soal-soal di bawah. Jangan lupa do’a dulu sobat sebelum ngerjainnya, biar bisa masuk dengan mudah di otak. Oke?? hehe.


1. Tidak ada pemalas yang sukses. Semua yang sukses sejahtera hidupnya. Jadi . . .
A. Sebagian pemalas tidak sukses.
B. Tidak ada pemalas yang sejahtera hidupnya.
C. Semua pemalas sukses.
D. Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas.
E. Semua pemalas sejahtera hidupnya
Jawaban:
Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas (D) 
2. Semua yang memabukkan adalah haram. Alchohol adalah minuman yang memabukkan. Jadi . . .
A. Sebagian Alchohol memabukkan.
B.
Sebagian Alchohol haram.
C.
Semua Alchohol memabukkan.
D.
Alchohol tidak haram.
E.
Alchohol haram
Jawaban:
Alchohol haram (E) 
3. Toni adalah orang desa. Toni bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Banyak buruh-buruh yang malas. Malik adalah teman Toni. Jadi . . . .
A. Malik mungkin sedesa dengan Toni.
B. Teman-teman Toni semuanya malas.
C. Malik adalah orang kota.
D. Malik itu malas.
E. Toni itu malas.
Jawaban:
Malik mungkin sedesa dengan Toni (A) 
4. Semua orang tua menyayangi anaknya. Sebagian guru menyayangi anaknya. Jadi . . . .
A. Sebagian orang tua menyayangi anaknya.
B. Sebagian guru adalah orang tua.
C. Semua guru menyayangi anaknya.
D. Semua orang tua adalah guru.
E. Semua guru adalah orang tua.
Jawaban:
Sebagian guru adalah orang tua (B) 
5. Semua kendaraan berbahan bakar bensin. Tak sebuah motor pun berbahan bakar bensin. Jadi . . . .
A. Kendaraan berbahan bakar bensin adalah motor.
B. Tak sebuah motor pun adalah kendaraan berbahan bakar bensin.
C. Semua kendaraan berbahan bakar bensin adalah motor.
D. Motor adalah kendaraan berbahan bakar bensin.
E. Semua kendaraan adalah motor.
Jawaban:
Tak sebuah motor pun adalah kendaraan berbahan bakar bensin (B) 
6. Semua mamalia tidak bertelur dan semua yang bertelur adalah hewan. Jadi . . . .
A. Ikan paus adalah mamalia.
B. Mamalia bisa saja bertelur.
C. Hewan yang bertelur adalah mamalia.
D. Ada hewan yang tidak bertelur.
E. Mamalia bukan hewan.
Jawaban:
Ada hewan yang tidak bertelur (D) 
7. Semua burung bernapas dengan paru-paru. Semua merpati adalah burung. Jadi . . .
A. Semua merpati tidak bernapas dengan paru-paru.
B. Semua merpati bernapas dengan paru-paru.
C. Tidak semua merpati bernapas dengan paru-paru.
D. Sebagian merpati adalah burung.
E. Sebagian merpati bernapas dengan paru-paru.
Jawaban:
Semua merpati bernapas dengan paru-paru (B) 
8. Anak perempuan yang masih kecil selalu diberi boneka oieh ibu mereka. Tini mempunyai banyak boneka di rumahnya. Kakak dart adik Tini tidak mempunyai boneka. Jadi . . . .
A. Anak perempuan tidak harus mempunyai boneka.
B. Tini adalah anak yang paling disayang ibunya.
C. Kakak dan adik Tini juga mempunyai boneka.
D. Semua boneka Tini adalah pemberian ibunya.
E. Kakak dan adik Tini semuanya laki-laki.
Jawaban:
Anak perempuan tidak harus mempunyai boneka (A) 
9. Semua akuntan pandai dalam akutansi. Santo bukan seorang akuntan. Jadi . . . .
A. Agar pandai dalam akuntansi, jadilah akuntan.
B. Ada akuntan yang tidak pandai dalam akuntansi.
C. Santo bukan seorang akuntan, tetapi ia pandai dalam akuntansi.
D. Santo pandai dalam akuntansi.
E. Santo tidak pandai dalam akuntansi.
Jawaban:
Ada akuntan yang tidak pandai dalam akuntansi (B) 
10. Barang pecah-belah adalah barang yang mudah pecah bila jatuh. Barang-barang yang tidak mudah pecah bila jatuh tidak lagi digolongkan dalam kategori pecah-belah. Gelas buatan PT. Mirror tidak dapat pecah kalau jatuh. Jadi . . . .
A. Gelas produksi PT. Mirror tidak mungkin pecah.
B. Gelas produksi PT. Mirror tidak termasuk barang pecah-belah.
C. Gelas produksi PT. Mirror mudah pecah.
D. Gelas produksi PT. Mirror tidak dapat pecah.
E. Gelas produksi PT. Mirror termasuk barang pecah-belah.
Jawaban:
Gelas produksi PT. Mirror tidak termasuk barang pecah-belah (B) 
11. Pohon anggur dapat berbuah dengan baik jika dirawat dan disiram. Cindra punya kebun anggur di halaman belakang rumah. Cindra selalu menyiram dan merawat kebun anggur tersebut.
A. Pohon anggur di kebun Cindra dapat berbuah dengan baik.
B. Buah anggur di kebun Cindra sangat manis dan segar.
C. Pohon anggur Cindra tidak menghasilkan buah.
D. Pohon yang berbuah tentu disiram tiap hari.
E. Cindra anak yang rajin.
Jawaban:
Pohon anggur di kebun Cindra dapat berbuah dengan baik (A) 
12. Semua HP ada fasilitas SMS. Sebagian HP ada fasilitas internet.
A. Semua yang ada fasilitas internet selalu ada fasilitas SMS.
B. Sebagian HP ada fasilitas internet namun tidak ada fasilitas SMS.
C. Semua yang ada fasilitas SMS selalu ada fasilitas internet.
D. Sebagian HP ada fasilitas SMS dan internet.
E. Semua HP ada fasilitas SMS dan internet.
Jawaban:
Sebagian HP ada fasilitas SMS dan internet (D) 
13. Setiap mahasiswi berprestasi pasti terkenal di kampusnya. Setiap mahasiswi yang aktif dalam pembelajaran pasti berprestasi. Sebagian mahasiswi MIPA terkenal di kampusnya.
A. Sebagian mahasiswi berprestasi namun tidak terkenal di kampusnya.  
B. Ada mahasiswi aktif dalam pembelajaran tapi tidak terkenal di kampusnya.
C. Seluruh mahasiswi MIPA berprestasi dan terkenal di kampusnya.
D. Mahasiswi MIPA yang aktif dalam pembelajaran pasti terkenal di kampusnya.
E. Sebagian mahasiwa MIPA yang aktif dalam pembelajaran tidak terkenal di kampusnya.
Jawaban:
Mahasiswi MIPA yang aktif dalam pembelajaran pasti terkenal di kampusnya (D) 
14. Jika Tini rajin belajar, maka dia akan memperoleh indeks prestasi yang baik. Kenyataannya Tini tidak rajin belajar.
A. Tidak dapat disimpulkan.
B. Tini adalah anak yang pintar.
C. Semua kesimpulan benar.
D. Tini tidak memperoleh indeks prestasi yang baik.
E. Tini memperoleh indeks prestasi yang baik.
Jawaban:
Tini tidak memperoleh indeks prestasi yang baik (D) 
15. Semua bunga di taman Keputren berwarna putih. Semua putri suka bunga. Vinny Dwi membawa bunga biru.
A. Putri suka bunga biru
B. Taman Keputren ada bunga birunya
C. Putri tidak suka bunga putih
D. Vinny Dwi tidak suka bunga
E. Bunga yang dibawa Vinny Dwi bukan dari Keputren
Jawaban:
Bunga yang dibawa Vinny Dwi bukan dari Keputren (E) 
16. Jika Tini suka alpukat, maka Diwi suka tomat. Mereka adalah saudara dan Diwi tidak suka tomat namun dia suka alpukat.
A. Diwi dan Tini suka alpukat.
B. Tini tidak suka alpukat.
C. Diwi dan Tini sama-sama tidak suka alpukat.
D. Diwi suka yang Tini juga suka.
E. Tini suka tomat.
Jawaban:
Tini tidak suka alpukat (B) 
17. Tanaman yang bijinya berkeping dua memiliki akar tunggang. Semua tumbuhan palem memiliki akar serabut. Tanaman Z adalah tanaman yang bijinya berkeping dua.
A. Tanaman Z bukan tumbuhan palem.
B. Tumbuhan palem yang memiliki akar tunggang hanyalah tanaman Z.
C. Tanaman Z memiliki akar serabut.
D. Tanaman Z adalah tumbuhan palem yang memiliki akar tunggang.
E. Tanaman Z adalah jenis tumbuhan palem.
Jawaban:
Tanaman Z bukan tumbuhan palem (A) 
18. Jika Tumingsih memakai baju hitam, maka ia memakai celana coklat. Jika Tumingsih memakai celana coklat, maka Indah memakai celana hitam. Indah memakai celana pink.
A. Indah tidak memakai baju coklat
B. Tumingsih memakai celana hitam
C. Indah tidak mempunyai celana coklat.
D. Indah memakai baju coklat
E. Tumingsih tidak memakai baju hitam
Jawaban:
Tumingsih tidak memakai baju hitam (E) 
Indah memakai celana pink (tidak hitam), maka Tumingsih tidak memakai celana coklat. Jika demikian, maka Tumingsih tidak memakai baju hitam
19. Semua pohon di kebun Pak HaBe berdaun hijau. Semua anak Pak HaBe suka menanam pohon. Susi membawa tangkai pohon berdaun kuning.
A. Anak Pak HaBe suka pohon kuning.
B. Kebun Pak HaBe ternyata juga ada pohon berdaun kuning.
C. Susi bukan anak Pak HaBe.
D. Susi tidak suka pohon hijau.
E. Tangkai pohon yang dibawa Susi bukan dari kebun Pak Habe.
Jawaban:
Tangkai pohon yang dibawa Susi bukan dari kebun Pak Habe (E) 
20. Semua pria di rumah Dimas memakai celana. Tono seorang anak yang rajin. Tono adalah adik laki-laki Dimas yang masih sekolah SMA.
A. Tono hanya bercelana ketika sekolah SMA
B. Dimas sudah lulus SMA
C. Tono selalu memakai celana
D. Tono memakai celana ketika di rumah Dimas
E. Semua adik Dimas rajin
Jawaban:
Tono memakai celana ketika di rumah Dimas (D) 
Susah sobat? Gak ada tuh yang namanya nalar soal-soalnya gampang, hehe. Tapi bukan berarti gak bisa dikerjakan loh !! Kalau rajin berlatih, rajin ngerjain soal, pasti dan pasti bisa ngerjaiin nya dengan mudah. Oke, ini dulu Contoh Soal TPA Penalaran Silogisme yang bisa Pak HaBe share ke sobat sekalian, dilain kesempatan pasti Pak HaBe tambah yang lebih banyak biar sobat tambah pinter, amien :)

Contoh Soal TPA Deret Angka dan Huruf

Sempat Pak HaBe bagiikan Materi Deret Angka dan Huruf pada postingan kemarin, namun belum sempat memberikan contoh-contoh soalnya nih. Karena lagi santai sambil nunggu info lowongan kerja, Pak HaBe  mau berbagi Contoh Soal TPA Deret Angka dan Huruf yang pastinya bisa menjadikan sobat lebih mempunyai wawasan dan cekatan dalam mengerjakan soal TPA. Untuk kunci jawaban dan pembahasannya tetap Pak HaBe paparkan juga kok. Untuk Contoh Soal TPA Deret Angka dan Huruf ini tugas sobat hanyalah melengkapi deretan angka atau huruf yang belum lengkap. Kelihatannya mudah kalau dilihat dari petunjuknya yang hanya disuruh melengkapi. Namun perlu diperhatikan, kalau sobat tidak terbiasa dalam mengerjakan soal model seperti ini, tidak tau tentang pola, tidak pernah berlatih tentang pola bilangan, dipastikan sobat tidak akan lolos untuk ujian TPA dengan materi barisan dan deret ini.

Ada sedikit tip dan trik yang sobat harus ketahui, dan ini sangatlah penting dalam mengerjakan soal-soal barisan dan deret nantinya. Sobat perhatikan tulisan di bawah ini yang memuat angka dan huruf, sobat bisa memisalkan urutan huruf ini dengan urutan angka. Dan ini akan memudahkan sobat dalam mengerjakan soal.

A
1
B
2
C
3
D
4
E
5
F
6
G
7
H
8
I
9
J
10
K
11
L
12
M
13
N
14
O
15
P
16
Q
17
R
18
S
19
T
20
U
21
V
22
W
23
X
24
Y
25
Z
26
A
1


Cari angka atau huruf selanjutnya dari soal-soal di bawah ini yang bersesuaian dengan pola-pola di tiap-tiap soal !!


1.  G, H, I, M, N, J, K, L, M, N, …., ….
A.  N dan P D.  M dan N
B.  O dan P E.  N dan M
C.  P dan O
Jawaban:
M dan N (D)
G, H, I, M, N, J, K, L, M, N, M, N
Coba sobat perhatikan, huruf M dan N hanya digunakan sebagai pembatas, sedangkan yang lain urut sesuai abjad.
2.  A, B, C, F, E, D, G, H, I, L, K, J, M, …., ….
A.  M dan N D.  O dan M
B.  N dan O E.  O dan N
C.  M dan O
Jawaban:
N dan O (B)
A, B, C,    F, E, D,    G, H, I,    L, K, J,    M, N, O.
Coba sobat perhatikan pola di atas. Huruf-huruf yang bergaris bawah urutannya dibalik, dan setiap 3 huruf berikutnya urutannya normal mengikuti abjad.
3.  A, B, D, G, K, …., ….
A.  P dan V D.  O dan V
B.  P dan W E.  P dan U
C.  O dan U
Jawaban:
P dan V (A)

Perhatikan pola di atas, terlihat setiap huruf meloncat 1, 2, 3 dan seterusnya. Jadi huruf ke 5 dan 6 adalah huruf P dan V
4.  A, C, E, G, I, …., ….
A.  J dan M D.  K dan M
B.  J dan N E.  K dan N
C.  J dan L
Jawaban:
K dan M (D)

Sobat perhatikan gambar di atas, Pak HaBe beri sedikit perbedaan dengan menebalkan salah satunya. Yang bercetak tebal ditambah empat dan yang tidak bercetak tebal ditambah empat, jadi huruf selanjutnya adalah K dan M.
5.  X, W, U, V, T, S, Q, R, P, O, …., ….
A.  N dan L D.  M dan N
B.  L dan M E.  M dan L
C.  N dan M
Jawaban:
M dan N (D)
 X    W    U    V    T    S    Q    R    P    O    M    N
24.  23   21   22   20  19   17   18  16   15    13  14
Dapat dilihat polanya urutannya dihitung mundur mulai dari belakang, namun di setiap 2 huruf urutannya dibalik.
6.  50, 40, 100, 90, …., 140, 200, 190.
A.  150 D.  120
B.  140 E.  135
C.  130
Jawaban:
150 (A)

Perhatikan angka yang bercetak tebal dengan yang tidak, di setiap angka untuk golongan yang bercetak tebal akan ditambahkan 50 begitu pula sebaliknya.
7.  2, 4, 6, 9, 11, 13, …., ….
A.  9 dan 18 D.  14 dan 17
B.  16 dan 18 E.  18 dan 22
C.  16 dan 21
Jawaban:
16 dan 18 (B)

Polanya yaitu setiap angka ditambahkan 2 lalu ditambahkan 2 dan terakhir ditambahkan 3. Hal ini berulang untuk angka selanjutnya.
8.  5, 7, 50, 49, 500, 343, ….
A.  5.490 D.  2.401
B.  5.000 E.  4.900
C.  3.500
Jawaban:
5.000 (B)

Sobat perhatikan angka yang tebal dengan yang tidak, untuk angka yang tebal dikalikan dengan 7 dan yang tidak tebal dikalikan 10. Dan itulah polanya untuk mencari angka selanjutnya, dan akan ketemu angka 5.000 dari soal di atas
9.  3, 8, 13, 18, 23, …., ….
A.  28 dan 34 D.  28 dan 33
B.  28 da 38 E.  38 dan 43
C.  33 dan 38
Jawaban:
28 dan 33 (D)

Untuk angka yang dicetak tebal dan yang tidak masing-masing ditambahkan dengan angka 10. Jadi didapat angka selanjutnya adalah angka 28 dan 33
10.  2, 4, 4, 7, 8, 10, ….
A.  16 dan 15 D.  15 dan 13
B.  16 dan 13 E.  15 dan 14
C.  16 dan 14
Jawaban:
16 dan 13 (B)

Kombinasi antara perkalian dan penjumlahan. Untuk angka yang dicetak dengan tebal ditambahkan dengan angka 3 dan yang tidak dicetak dengan tebal dikalikan dengan 2 sehingga didapat angka selanjutnya yaitu 16 dan 13.
Itulah 10 contoh soal tes potensi akademik untuk materi deret angka dan huruf. Masih kurang contoh soalnya ya sobat? Tenang Pak HaBe memang sediakan 10 contoh soal dahulu supaya sobat lebih bisa mengenal, memahami dan mengerti maksudnya. Untuk contoh soal tambahannya akan Pak HaBe share di lain kesempatan yang pastinya tingkat kesulitannya juga akan lebih ditingkatkan. Pak HaBe ingatkan lagi, sobat harus tau benar mengenai tips dan trik yang Pak HaBe sebutkan di atas. Tips dan trik di atas sangatlah membantu untuk mengerjakan soal-soal TPA materi deret angka dan huruf. So, jangan pernah dilupakan ya :).

Materi Tes Kemampuan Numerik

Tes kemampuan numerik merupakan tes yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam berhitung dengan benar dalam waktu yang terbatas. Ruang lingkup tes numerik meliputi perhitungan, estimasi, interpretasi data, dan logika matematika, serta barisan dan deret.

PERHITUNGAN
Soal-soal perhitungan yang umum diujikan dalam psikotes, tes potensi akademik, dan tes bakat skolastik adalah aritmatika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian. Perhitungan lain seperti pecahan, persentase, perbandingan, proporsi, rata-rata, jarak, waktu, dan kecepatan juga sering muncul dalam setiap tes.


1. BILANGAN
  • Bilangan Romawi
I = 1 (satu)
V = 5 (lima)
X = 10 (sepuluh)
L = 50 (lima puluh)

Contoh:
XXI = 21
CDV = 405
XI = 11
C = 100 (seratus)
D = 500 (lima ratus)
M = 1.000 (seribu)



MMIII = 2.003
CL = 150
MCMXCIX = 1.999


  • Penjumlahan bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi penjumlahan bilangan bulat.
  1. Jika suatu bilangan dijumlahkan dengan lawan bilangannya, maka hasilnya adalah nol:
    [a + (-a) = 0].
    Contoh ⇒  19 + (-19) = 0, ⇒⇒⇒  -19 lawan dari 1

  2. Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih besar dari bilangan positifnya, hasilnya adalah bilangan negatif.
    Contoh ⇒  8 + (-12) = 8 - 12 = - 4, ⇒⇒⇒  12 lebih besar dari

  3. Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih kecil dari bilangan positifnya, hasilnya adalah bilangan positif.
    Contoh ⇒  (-4) + 14 = 10, ⇒⇒⇒  4 lebih kecil dari 14

  • Pengurangan bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi pengurangan pada bilangan bulat.

  1. Jika suatu bilangan positif dikurangi dengan lawannya, maka hasilnya dua kali bilangan itu sendiri: [a - (-a) = 2 x a].
    Contoh
    ⇒ 11 - (-11) = 11 + 11 = 22, ⇒⇒⇒  -11 lawan dari 11
  2. Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan positif, hasilnya bilangan negatif.
    Contoh
    ⇒ -14 - 6 = -20, ⇒⇒⇒  (sama artinya -14 ditambah -6)
  3. Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan negatif, ada 3 kemungkinan seperti berikut ini.
    Berupa bilangan positif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih besar.
    • Contoh ⇒ -4 - (-9) --4 + 9 = 5, ⇒⇒⇒  9 lebih besar dari 4
    Berupa bilangan negatif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih kecil.
    • Contoh ⇒ -8 - (-3) = -8 + 3 - -5, ⇒⇒⇒  3 lebih kecil dari 8
    Berupa bilangan nol jika bilangan negatifnya sama.
    • Contoh ⇒ -15 - (-15) = -15 + 15 = 0, ⇒⇒⇒  -15 sama dengan -15
  4. Jika semua bilangan bulat dikurangi dengan nol, hasilnya adalah bilangan bulat itu sendiri.
    Contoh
    ⇒ 4 - 0 = 4

  • Perkalian bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi perkalian pada bilangan bulat.
  1. Jika bilangan positif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan negatif.
    Contoh ⇒ 6 x (-3) = -15
  2. Jika bilangan positif dikalikan bilangan positif, hasilnya bilangan positif.
    Contoh ⇒ 13 x 5 = 65
  3. Jika bilangan negatif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan positif.
    Contoh ⇒ (-3) x (-7) = 21
  4. Jika bilangan bulat dikalikan dengan nol, hasilnya nol.
    Contoh ⇒ (-8) x 0 = 0
   
  • Pembagian bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi pembagian pada bilangan bulat.
1. Jika tanda kedua bilangan bulat itu sama
  • Positif dibagi positif hasilnya positif : [ + : + = + ].
    Contoh ⇒ 6 : 6 = 1
  • Negatif dibagi negatif, hasilnya positif : [- : - = + ].
    Contoh ⇒ (-21) : (-3) = 7
2. Jika tanda kedua bilangan itu berbeda
  • Positif dibagi negatif, hasilnya negatif: [+ : - = –].
    Contoh ⇒  25 : (-5) = –5
  • Negatif dibagi positif, hasilnya negatif: [ - : + = - ].
    Contoh ⇒ (-27) : 9 = -3
 
  • Operasi hitung campuran bilangan bulat
  1. Operasi pembagian dan perkalian adalah sama kuat. Oleh karena itu, agar lebih praktis, maka pengerjaan operasi yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
    Contoh ⇒ 3 x 4 : 2 = 6
    Caranya ⇒ (3 x 4) : 2 = 6 = 12 : 2
  2. Operasi penjumlahan dan pengurangan sama kuat. Oleh karena itu, pengerjaan operasi yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
    Contoh ⇒ 50 + 25 - 30 = 45
    Caranya ⇒ (50 + 25) - 30 = 75 - 30 = 45
  3. Apabila dalam suatu soal terdapat tanda kurung, maka pengerjaan operasi dalam kurung terlebih dahulu harus dikerjakan.
    Contoh ⇒ 30 : (2 + 4) + 13 = 18
    Caranya ⇒ 30 : (6) + 13 = (30 : 6) + 13 = 5 + 13 = 18
  4. Operasi perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan, maka harus dikerjakan terlebih dahulu.
    Contoh ⇒ 125 + 400 : 8 - 5 x 30 = 25
    Caranya ⇒ 125 + (400 : 8) - (5 x 30) = 125 + 50 – 150 = 175 - 150 = 25
 
2. PECAHAN
Pecahan menunjukkan pembagian ½ berarti 1 dibagi 2. Bagian atas suatu pecahan adalah pembilang, sedangkan bagian bawahnya adalah penyebut.

  • Penjumlahan dan pengurangan pecahan
  1. Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut sama, maka cukup lakukan penjumlahan atau pengurangan pada pembilangnya, sementara penyebutnya tetap sama.
    Penjumlahan dan pengurangan pecahan
  2. Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut yang berbeda, maka terlebih dahulu samakan penyebutnya, kemudian bisa dilakukan penjumlahan atau pengurangan pada pembilangnya.
  • Perkalian pecahan
Pada perkalian pecahan, Anda tidak perlu menyamakan penyebutnya. Caranya adalah kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.
Perkalian pecahan


  • Pembagian pecahan
Pada pembagian pecahan, pembagian pecahan pertama dengan pecahan kedua sama dengan perkalian pecahan pertama dengan sebalikan dari pecahan kedua.
Pembagian pecahan

3. PERSENTASE
Persentase adalah sebuah pecahan yang penyebutnya 100. Untuk mengubah bentuk persentase menjadi bentuk pecahan dapat dilakukan dengan menuliskan bilangan asli sebagai pembilang dan 100 sebagai penyebut.
persentase


Beberapa bentuk persen yang equivalent dengan pecahan dan umum kita kenal adalah sebagai berikut.


4. PERBANDINGAN
Perbandingan adalah pernyataan yang membandingkan dua nilai dimana salah satu nilai dibagi nilai lainnya.
Contoh : Di dalam suatu bus terdapat 15 pria dan 25 wanita. Perbandingan jumlah pria dengan wanita dalam bus tersebut adalah atau 15. Perbandingan wanita dengan pria adalah atau 25 : 15. 15
 
5. PROPORSI
Proporsi adalah suatu persamaan dari dua pecahan di kedua ruasnya.
Contoh :

 INGAT !!!

Proporsi terbagi menjadi dua, yaitu:
  • Proporsi langsung
Pada proporsi langsung, kedua variabelnya berhubungan, artinya jika kedua bilangan dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama, perbandingan tidak berubah.

  • Proporsi invers
Pada proporsi invers ada 2 ketentuan, yaitu:
  1. Peningkatan galah satu nilai melalui perkalian akan menyebabkan penurunan pada nilai kedua.
  2. Penurunan salah satu nilai melalui pembagian akan menyebabkan peningkatan pada nilai kedua.
 
6. RATA-RATA
Rata-rata adalah jumlah bilangan dibagi banyaknya bilangan.

cara mencari rata-rata

INGAT !!!
  • Dalam menyelesaikan soal rata-rata, perhatikan satuan yang akan dijumlahkan. Jika berbeda, samakan terlebih dahulu, selanjutnya dikerjakan.
  • Jika dua atau tiga rata-rata digabung menjadi satu, terlebih dahulu dibuat bobot yang sama.
  • Jika soalnya menanyakan bilangan yang hilang dengan rata-ratanya tertentu, kurangkan total seluruh bilangan dengan jumlah bilangan yang diketahui.


7. JARAK, WAKTU DAN KECEPATAN



INGAT !!!
  1. Gunakan rumus yang sesuai dengan jawaban yang akan dicari.
  2. Untuk menghitung kecepatan rata-rata dari suatu perjalanan yang terdiri dari dua atau lebih bagian, maka anggaplah perjalanan tersebut sebagai satu perjalanan dengan menggunakan total jarak dan total waktu.
  3. Perhatikan jika ada perbedaan satuan.
  4. Gambarkan situasi yang dijelaskan pada soal.

Itulah Materi Tes Kemampuan Numerik yang bisa sobat pelajari sebelum terjun langsung untuk menjawab soal-soal latihannya. Semoga apa yang Pak HaBe suguhkan di atas bisa bermanfaat ya buat sobat semua, amin ;)

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 4

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 4 – Hore masuk ke pembahasan terakhir ^_^, bukan yang belajar aja yang capek sobat, Pak HaBe juga capek nulisnya ini, haha. Tapi gakpapa lah ya, demi ilmu dan masa depan :). Untuk pembahasan terakhir Pak HaBe akan tuntaskan keseluruhannya, yang akan kita bahas nanti adalah silogisme hipotetik, silogisme disjungtif, dan dilema. Langsung aja deh sobat, cekidot yaa..

b. Silogisme hipotetik
Silogisme hipotetik adalah pernyataan yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, tapi untuk premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari term antecedent atau term konklusi premis mayornya. Silogisme hipotetik terdiri dari 4 jenis, yaitu:

1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
Jika lapar, saya makan nasi.
Sekarang saya lapar.
Jadi, saya makan nasi.
 
2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuensinya.
Contoh:
Jika saya makan maka kenyang.
Saya kenyang.
Jadi, saya sudah makan.
 
3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:
Jika Adi berolahraga, maka badannya akan sehat.
Adi tidak berolahraga.
Jadi, badannya tidak akan sehat.
 
4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuensinya.
Contoh:
Jika siswa protes, maka kepala sekolah akan terdesak.
Kepala sekolah tidak terdesak.
Jadi, siswa tidak protes.
 
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik
Bila antecedent = A
Konsekuen = B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:

1. Bila A terlaksana, maka B Terlaksana
    (Benar)
2. Bila A tidak terlaksana, maka B tidak terlaksana
    (Salah)
3. Bila B terlaksana, maka A terlaksana
    (Salah)
4. Bila B tidak terlaksana, maka A tidak terlaksana
    (Benar)
 
c. Silogisjne disjungtif
Silogisme disjungtif merupakan silogisme yang premis mayornya keputusan disjungtif, sedangkan premis minornya keputusan kategorik yang mengingkari atau mengesahkan salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.

1. Silogisme disjungtif sempit; premisnya mempunyai alternatif kontradiktif.
Contoh:
Adi pergi atau datang.
Ternyata Adi pergi.
Jadi, Adi tidak datang.
 
2. Silogisme disjungtif luas; premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif.
Contoh:
Nety kuliah di UI atau IPB
Ternyata tidak kuliah di UI.
Jadi, kuliah di IPB.

Hukum-hukum Silogisme Disjungtif
1. Silogisme disjungtif dalam arti sempit, konklusinya atau kesimpulannya yang dihasilkan nanti akan selalu bernilai benar, jika prosedur penyimpulannya valid.
Contoh:
Adi berlari atau tidak berlari.
Ternyata Adi berlari.
Jadi, Adi bukan tidak berlari.
 
2. Silogisme disjungtif dalam artian luas, kebenaran untuk konklusinya adalah :
* Jika premis minornya mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar).
Contoh:
Magdalena menjadi pramugari atau peneliti.
la adalah pramugari.
Jadi, ia bukan peneliti.
 
* Jika premis minornya mengingkari salah satu alternatif, maka konklusinya tidak sah (salah).
Contoh:
Mary berambut pirang atau hitam.
Ternyata tidak berambut hitam.
Jadi, ia berambut pirang. (Bisa jadi ia berambut tidak pirang)
 
d. Dilema
Dilema adalah argumentasi yang bentuknya merupakan campuran antara silogisme hipotetik dan silogisme disjungtif. Kenapa demikian? Karena premis mayornya terdiri dari dua proposisi hipotetik dan premis minornya satu proposisi disjungtif, tetapi bisa proposisi kategorik. Konklusi yang diambil selalu tidak menyenangkan.
Contoh:
Jika engkau makan, ayahmu mati.
Jika engkau tidak makan, ibumu mati.
Dimakan ataupun tidak dimakan, salah satu orangtuamu pasti mati.
 
Dilema dalam arti luas adalah situasi (bukan argumentasi) di mana kita memilih dua alternatif yang kedua-duanya memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan sehingga sulit menentukan pilihan.
 
Akhirnya selesai semua keseluruhan materi silogisme, semoga apa yang Pak HaBe share berguna ya buat sobat semua, dan harus dibaca loh sobat, kasian Pak HaBe sudah nulis panjang-panjang kan T_T. Hehe. Untuk  selanjutnya saatnya soal-soal kembali, tungguin aja ya sobat update nya :)

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 3

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 3 – Setelah dibahas di bag. 1 tentang silogisme kategorik untuk yang standar, sekarang waktunya untuk silogisme kategorik non-standar. Contoh-contoh bentuk seperti ini meskipun jarang keluar tapi penting juga loh sobat untuk dipelajari dan dimengerti, siapa tau besok-besok ujiannya ketemu soal yang seperti ini hayoo. Saran Pak HaBe untuk belajar silogisme ini adalah belajar dengan santai aja sobat, biar gak jenuh, dibuat santai gitu maksudnya, tapi tetep konsentrasi ya :). Oke, kita langsung aja ya masuk ke materi.

Silogisme Kategorik Non-Standar (Non Baku)
Silogisme kategorik non-standar timbul akibat adanya kelainan yang terjadi pada silogisme kategorik standar. Kelainan tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.

a. Tidak menentunya letak konklusi
Letak konklusi dapat terletak di awal dan pertengahan.

Contoh:
Beo adalah unggas karena beo adalah burung dan semua burung adalah unggas.
Semua penduduk memiliki KTP, maka Adi tentu memiliki KTP karena ia adalah seorang penduduk.

PERHATIAN !!!
  • Tentukan terlebih dahulu konklusinya. Konklusi biasanya ditandai dengan adanya kata-kata seperti, jadi, maka, tentu, oleh karena itu, maka, dan karena itu.
  • Setelah konklusi ditemukan, maka proporsi yang lain merupakan premis.
  • Premis biasanya ditandai dengan kata karena atau oleh karena.
  • Untuk menentukan mana premis mayor atau premis minor periksalah posisi term. Jika term menjadi subjek pada konklusi, raaka itulah premis mayor. Jika term menjadi predikatnya konklusi, maka itulah premis minor
 

b. Seolah-olah terdiri lebih dari tiga term
Silogisme bentuk standar terdiri dari tiga term: mayor, minor, dan penengah. Silogisme dengan term terdiri lebih dari tiga dapat menghasilkan konklusi yang sah dengan syarat:
  • Jika dua term mempunyai pengertian yang sama.
    Contoh:
    Semua pelajar adalah tidak abadi.
    Adi adalah fana.
    (Tidak abadi pengertiannya sama dengan fana)
  • Jika term tambahan hanya merupakan pembuktian atau penegasan dari proposisinya.
    Contoh:
    Semua tentara adalah netral karena ia penjaga kesatuan negara RI.
    Suparji adalah tentara.
    Jadi, Suparji adalah netral.
 
c. Proposisinya kurang dari tiga
Silogisme kategorik yang tidak dinyatakan salah satu proposisinya disebut Entinem. Entinem sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari oleh penyiar, diskusi, dan saat berpidato.
Contoh:
  1. Premis mayor tidak dinyatakan
    Adi lapar, jadi harus makan.
    Bentuk standar :

    Semua yang lapar harus makan.
    Adi lapar.
    Jadi, Adi harus makan.
     
  2. Premis minor tidak dinyatakan
    Ia berhak lulus, karena semua juara kelas berhak lulus.
    Bentuk standar :

    Semua juara kelas berhak lulus.
    Ia juara kelas.
    Jadi, Ia berhak lulus.
     
  3. Konklusi tidak dinyatakan
    Semua pecinta lingkungan sayang terhadap binatang dan Nety seorang pecinta lingkungan.
    Bentuk standar :

    Semua pecinta lingkungan sayang terhadap binatang.
    Nety seorang pecinta lingkungan.
    Jadi, Nety sayang terhadap binatang.
INGAT !!!
  • Tentukan terlebih dahulu proposisi yang tersembunyi dan uji apakah sah atau tidak sah.
  • Buatlah silogisme bentuk standarnya
 
d. Proposisinya lebih dari tiga
Banyak persoalan tidak dapat diselesaikan dengan bantuan silogisme. Oleh karena itu, premis-premisnya mungkin perlu bahan argumen pendukung. Dengan demikian tercipta serangkaian silogisme yang berhubungan erat satu sama lain. Dalam kasus ini "Silogisme pertama menjadi premis pada silogisme selanjutnya", demikian seterusnya.
Contoh:
  1. Semua hewan berkaki empat menyusui.
    Sebagian karnivora adalah hewan berkaki empat.
    Jadi, sebagian karnivora menyusui.
    Semua karnivora adalah makhluk hidup.
    Jadi, sebagian makhluk hidup menyusui.
     
  2. Semua atlet adalah manusia yang sehat.
    Sebagian tentara adalah atlet.
    Semua tentara adalah pemberani.
    Jadi, sebagian pemberani adalah manusia yang sehat.

INGAT !!!
  • Predikat pada proposisi pertama selalu menajadi subjek proposisi selanjutnya.
  • Kesimpulannya, subjek proposisi pertama dihubungkan dengan predikat proposisi terakhir

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 2

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 2 – Kembali lagi meneruskan pembahasan silogisme yang kemarin sempet Pak HaBe putus sebentar gara-garanya tangannya sudah kriting nulis, hehe. Untuk lanjutannya kali ini kita akan sedikit membahas tentang bentuk-bentuk dari silogisme yang pastinya Pak HaBe sertakan contoh kalimatnya juga untuk mempermudah sobat dalam mengerti apa maksudnya. Di materi ini sobat harus benar-benar konsentrasi, baik untuk rumusnya, contoh-contoh kalimatnya, premis-premisnya, dan juga pengambilan konklusinya atau kesimpulan. Karena inti dari materi silogisme ini hanyalah cara kita dalam menarik kesimpulan yang benar dan tepat.

Apakah sobat sudah siap?? Kita mulai konspirasi pelajarannya serta labil pembahasannya, haha. (Vicky Detected)
INGAT !!
  • Suatu konklusi (kesimpulan) sah dan dapat diakui apabila berasal dari premis yang benar dan prosedur yang sah.


BENTUK-BENTUK SILOGISME
Bentuk-bentuk silogisme dibedakan berdasarkan letak term penengah atau mediumnya.
Keterangan:
S = Subjek
P = Predikat
M = Middle term (term penengah)

1. Medium sebagai subjeknya premis mayor dan menjadi predikatnya premis minor.
RUMUS
M     P
S     M
S     P
Syarat-syarat khusus untuk bentuk ini adalah:
  • Premis mayor harus universal.
  • Premis minor harus afirmatif (bersifat menguatkan atau mengesahkan).
Contoh:
  1. Semua yang dilarang agama bersifat tidak baik.
                                      M                     P
    Berbohong
    adalah dilarang agama.
             S                            M
    Jadi, berbohong adalah bersifat tidak baik.
     
  2. Tidak satupun pemuda tidak setia kepada Pancasila.
    Semua pelajar SMA 39 adalah pemuda.
    Jadi, semua pelajar SMA 39 setia kepada Pancasila.
     
  3. Semua yang cantik dipuja.
    Sebagian guru cantik.
    Jadi, sebagian guru dipuja.
     
  4. Tidak satupun pemarah adalah lemah lembut.
    Sebagian pegawai adalah pemarah.
    Jadi, sebagian pegawai tidak lemah lembut.
     
2. Medium menjadi predikatnya premis mayor dan premis minor.
RUMUS :
P     M
S     M
S     P
Syarat-syarat khusus untuk bentuk ini adalah:
  • Premis mayor harus universal.
  • Premis minor kualitasnya harus berbeda dengan premis mayornya.
Contoh:
  1. Semua burung bertelur.
    Tidak satupun mamalia bertelur.
    Jadi, tidak satupun mamalia adalah burung.
     
  2. Semua kepala sekolah SMA adalah sarjana.
    Tidak satupun buta huruf adalah sarjana.
    Jadi, tidak satupun buta huruf adalah kepala sekolah.
     
  3. Tidak ada pebulutangkis handal malas berlatih.
    Sebagian pebulutangkis malas berlatih.
    Jadi, sebagian pebulutangkis adalah tidak handal.
     
  4. Semua barang pecah belah mudah pecah.
    Sebagian gayung tidak mudah pecah.
    Jadi, sebagian gayung bukan barang pecah belah.


3. Medium menjadi subjeknya premis mayor maupun premis minor.
RUMUS :
M     P
M     S
S      P
Syarat-syarat khusus untuk bentuk ini adalah:
  • Premis minor harus afirmatif.
  • Konklusi harus partikular.
Contoh:
  1. Semua siswa SMAN 1 pandai berpidato.
    Sebagian siswa SMAN 1 pendiam.
    Sebagian pendiam pandai berpidato.
     
  2. Semua siswa disiplin.
    Sebagian siswa malas.
    Jadi, sebagian yang malas disiplin.
     
  3. Beberapa penduduk RT 13 terserang flu.
    Sebagian penduduk RT 13 dapat berenang.
    Jadi, sebagian yang dapat berenang terserang flu.
     
  4. Tidak seorangpun atlet malas.
    Semua atlet adalah penduduk.
    Jadi, sebagian penduduk tidak malas.
     
  5. Beberapa ibu rumah tangga tak menyusui anaknya.
    Semua ibu rumah tangga memasak.
    Jadi, sebagian yang memasak anaknya tak menyusui anaknya.

  6. Tidak satupun serangga bernafas dengan paru-paru.
    Sebagian serangga dapat terbang.
    Jadi, sebagian yang dapat terbang tidak bernafas dengan paru-paru.

4. Medium menjadi predikatnya premis mayor dan menjadi subjek pada premis minor
RUMUS :
P     M
M     S
S     P
Syarat-syarat khusus untuk bentuk ini adalah:
  • Jika premis mayornya afirmatif, maka untuk premis minor harus universal.
  • Dan jika premis minor adalah negatif, maka untuk premis mayor harus universal.
Contoh:
  1. Semua tentara adalah manusia.
    Semua manusia akan mati.
    Jadi, sebagian yang akan mati adalah tentara.
     
  2. Semua orang tua sayang sama anak.
    Tak satupun yang sayang sama anak adalah kanibal.
    Jadi, tak satupun kanibal adalah orang tua.
     
  3. Beberapa diplomat melakukan spionase.
    Semua yang melakukan spionase adalah pemberani.
    Jadi, sebagian yang pemberani adalah diplomat.
     
  4. Tidak ada pemalas yang berhasil.
    Semua yang berhasil adalah kaya.
    Jadi, sebagian yang kaya bukan pemalas.
     
  5. Tidak ada mamalia bernafas dengan insang.
    Sebagian yang bernafas dengan insang bersisik.
    Jadi, sebagian yang bersisik bukan mamalia.

Bagaimana sobat? Sudah tau bentuk-bentuk silogisme? Pak HaBe tegaskan lagi yang ada pada kotak paling atas bahwa “Suatu konklusi (kesimpulan) sah dan dapat diakui apabila berasal dari premis yang benar dan prosedur yang sah”. Jika tidak sesuai dengan bentuk-bentuk atau prosedur yang sudah dijelaskan di atas, berarti sobat tidak bisa mengambil kesimpulan atau konklusi yang benar.

Oke untuk kali ini diakhiri dulu, ketemu di bag. 3. Loh Pak, sampe berapa bagian memangnya? kok banyak beud? Hehe, memang banyak sobat, kan sobat biar jelas :D, emm, kira-kira ada 2 postingan lagi yang belum Pak HaBe share untuk materi Silogisme ini. Sabar ya sobat, tetap belajar, tetap semangat :)